Seorang perempuan berparas cantik,
cantik dalam ukuran kecantikan Sunda.
Berwajah nyari, karena parasnya yang
berwajah manis dengan kulit tidaklah putih dan juga tidaklah hitam. Begitupun
dengan hidungnya, tidaklah mancung namun tidak pula pesek. Dagu yang lancip dan
bila dapat dikatakan cameuh. Alis
tebal ditambah pula dengan bola mata yang hitam. Berambut pendek dengan gaya
potongan segi.
Banyak
yang mengatakan ketika selintas melihat dirinya mirip seperti penyanyi yang
juga sempat bermain dalam beberapa film layar lebar di era 90-an. Seorang
penyanti berparas manis yang meninggal karena menabrak pembatas jalan, Nike Ardila.
Nama
perempuan itu Lanun. Siapapun lelaki yang melihat Lanun tentu tidak sedikit
dari mereka terpikat dengan kecantikan Lanun yang berkulit sawo matang.
Seiring banyaknya lelaki yang
terpikat kepada Lanun. Banyak lelaki yang merayu, menggombal dengan
iming-imingan kemewahan kepada Lanun bila ia rela menjadi pasangan hidupnya.
Namun tidak ada satupun pria yang membuat hati Lanun terpikat. Entah apa sebabnya,
tapi Lanun bukanlah tipe perempuan matre.
Lanun
telah berkerudung, mungkin itu salah satu dari alasan Lanun untuk tidak
menerima cinta lelaki terlebih dahulu yang memang sudah menjadi keputusannya.
Dengan berkerudung semakin terpancarlah wajahnya yang cantik dari sebelumnya.
Ditambah Lanun terlihat berpendidikan, karena Lanun duduk di bangku kuliah.
Banyak
yang memuji Lanun termasuk diantara perempuan yang sebaya umurnya. Bila
perempuan selintas melihatnya, siapa yang tidak merasa iri padanya walau memang
perasaan iri hanya selintas. Bagaimana tidak, selain memang memiliki wajah yang
cantik ditambah berpendidikan.
***
Lama
tidak terlihat sosok Lanun, seolah tidak ada pembicaraan diantara kaum
muda-mudi khususnya kaum adam disekitar lingkungan rumahnya yang memang
menginginkan dirinya. Mungkin dikarenakan sibuk, entah oleh pekerjaan atau
pendidikannya sehingga Lanun tinggal nge-kost dekat dengan tempat pendidikannya
atau pekerjaannya. Walau semua itu tidaklah pasti kabarnya, aku hanya tahu
selintas dari orang yang suka memperbincangkannya.
Seiring
berjalannya waktu, sehingga terlihat Lanun hanya menggunakan kerudung dengan
asal-asalan yang tentunya masih terlihat rambutnya. Ditambah dengan raut wajah
dan mimik muka yang sedikit murung. Hal itu biasa terjadi dan terlihat biasa
saja, mungkin karena kecapean dan terlalu sibuk. Tapi apakah memang karena hal
itu, Lanun bermimik muka seperti itu. Walau memang masih terlihat paras
cantiknya.
Kini
kulihat Lanun sering berada di sekitar rumahnya, dan sudah kembali kerumahnya.
Alasannya entah mengapa. Pernah kudengar seseorang melihat Lanun berbicara
sendiri ketika sedang berjalan dan ketika melewati seseorang yang berada di
depan rumahnya tak sepatah katapun terucap dari bibirnya, sesungging
senyumnyapun tidak keluar dari bibirnya. Tapi, mungkin saja dia tidak melihat
atau dia tidak konsentrasi dengan keadannya. Sampai segitukah? Kudengar hal itu
tidak hanya pada satu atau dua orang, melainkan beberapa orang.
Pernah
juga Lanun membagi-bagikan buah pepaya kepada tetangga-tetangganya. Mungkin
memang dia memiliki sikap baik hati. Tetapi katanya itu tidak biasa. Buah
pepaya yang telah dipotong kemudian dibagikan oleh Lanun ternyata milik kakak
iparnya yang tinggal satu rumah dengannya.
Dan
tersiar kabar, bahwa Lanun sedikit terganggu jiwa dan mentalnya. Terdengar juga
kabar yang tersiar bahwa Lanun telah dipermainkan oleh lelaki. Hal yang biasa
dikatakan masuk akal dan juga tidak, antara percaya atau tidak. Di jaman yang
sudah modern seperti ini masih ada perdukunan.
Lanun
dengan paras wajah cantik suatu ketika pernah menolak seorang lelaki yang ingin
mempersunting dirinya dan hal itu membuat si lelaki merasa sakit hati dengan
perlakuan Lanun. Sepert kata pepatah, cinta
ditolak dukun bertindak. Masih jamankah hal seperti itu di era yang sudah
modern? Tapi, bukankah Lanun berkerudung, mungkin saja dia juga orang yang taat
beribadah. Lantas, benarkah apa yang dibicarakan oleh orang-orang bahwa Lanun
sering terlihat berjalan sendiri atau duduk di pinggir jalan sendiri, berbicara
dan tersenyum sendiri. Dan pernah kulihat secara tidak sengaja Lanun lewat
depan rumahku, memang keadaan Lanun terlihat aneh, lewat depan rumah tanpa
permisi padahal antara aku dan Lanun saling bertemu mata.
Para
lelaki yang pernah ditolak Lanun, hanya bisa memandang dari kejauhan dan
kedekatan. Mungkin saja mereka masih menyimpan harapan untuk bsia hidup dengan
Lanun karena paras kecantikannya. Tapi mungkinkah, ataukah mungkin dihati
mereka menyimpan perasaan puaskah, dendamkah karena tidak satupun lelaki
diantara mereka yang diterima cintanya oleh Lanun dikala itu. Tapi barangkali tidak
untuk sekarang.
Lanun yang malang tak terarah,
melangkah dengan tergotai....padahal masih panjang akan masa depan Lanun. Dari
kejauhan pula aku hanya bisa melihat tanpa bisa berbuat sesuatu kepada Lanun.
Karena Lanun memang sedikit terganggun jiwanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar