Aktifitas
yang membosankan akan menjadikan hidup juga membosankan. Lantas aktifitas
seperti apakah agar hidup terasa tidak membosankan atau lebih tepatnya
menikmati hidup dan menyenangkan.
Terbayangkan bila menjadi seorang
ibu rumah tangga tanpa ada atau tanpa memiliki aktifitas selain dari mengurus
anak. Ditambah dengan penghasilan dari suami yang bekerja dengan gaji
pas-pasan, sehingga untuk melakukan sesuatu atau jalan-jalan tidak uang, karena
gajinya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Satu hal penting yang perlu
digaris bawahi bahwa besar kecilnya pengeluaran tergantung dari pemasukan.
Kembali kepada aktifitas, menjadi
seorang wanita karir, banyak yang menginginkannya. Tapi, ada wanita karir yang
bekerja, ketika anaknya sekolah, anak merasa kesepian. Ketika anak memasuki
taman kanak-kanak, mereka diantar oleh ibu mereka ke sekolah, dan ketika
istirahat biasanya mereka ke pelukan ibunya. Karena usia TK, anak-anak masih manja.
Pulang sekolah mereka ingin mencurahkan apa yang telah terjadi disekolahnya
kepada ibunya. Terbayangkan, bila ibunya bekerja, anak merasa kesepian. Tidak
sedikit seorang wanita atau ibu bekerja karena tuntutan ekonomi, gaji suaminya
yang pas-pasan kurang untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Memang, bila seorang wanita atau ibu
bekerja akan membantu perekonomian keluarga, tapi bagaimana dengan nasib
anak-anak, mereka merasakan kurang kasih sayang dan perhatian dari ibunya.
Anak-anak merasa kuran perhatian sehingga mereka mencari perhatian dari orang
lain atau orang di luar rumah. Terlebih ketika ditambah dengan sikap ayahnya
yang kurang perhatian. Ada berbagai karakter yang merupakan dampak seroang anak
yang ibunya sibuk bekerja,ada seorang anak yang mandiri. Hal itu bagus, tapi
kasihan anak terlihat kurang perhatian,dan yang seperti itu anak cenderung
memiliki sikap pendiam. Ada juga yang aktifnya berlebihan dan mencari-cari
perhatian dengan sikapnya yang tidak lain atau tidak seperti anak-anak yang
lain. Tapi anak ini cenderung memiliki sikap tempramen, mudah marah dan
tersinggung, hal ini berdasarkan fakta nyata yang terjadi pada anak. Tapi,
mungkin tidak semua anak seperti ini juga yang ibunya bekerja.
Disatu sisi tuntutan ekonomi yang
mengharuskan seorang ibu bekerja, karena mengandalkan suami gajinya pas-pasan.
Dan disatu sisi pula anak menjadi korban kesibukan kedua orangtua mereka yang
bekerja. Kodrat seorang wanita memang mengurus
rumah tangga, tapi bila memang tuntutan ekonomi, bagaimana? Adakah kerja
untuk seorang wanita tapi masih tetap bisa mengurus anaknya, masing-masing
orang memiliki persepsi tersendiri.
Bila memang suami gajinya mencukupi,
sebuah anugerah dan hal tersebut patut disyukuri sehingga bisa lebih
konsentrasi mengurus dan juga mendidik anak. Karena pendidikan untuk anak tidak
hanya cukup di dapat disekolah. Yang terutama dan terpenting ialah didapat di
rumah oleh orangtuanya.
Lebih indah hidup dengan aktifitas
menyenangkan, penyaluran hobi, tentunya setiap orang memiliki hobi yang
berbeda. Setidaknya, selain mengurus dan mendidik anak,ada suatu suatu
aktifitas untuk diri sendiri, sehingga tidak jenuh dan membosankan. Hingga
hidup terasa lebih berwarna...materi tidak menjamin kebahagiaan dalam
kehidupan...tapi materi penunjang kehidupan.
-Kamis, 5 Agustus 2010-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar