Sepenggal Catatan
permulaan Fatimah
Inspirasi
hadir darimana saja, inspirasi hadir menjadi sebuah kumpulan atau beberapa
lembar goresan tinta tak terarah. Karena dengan sederet tulisan goresan tinta
tak terarah, berasakan hidup ini berarti. Berarti tidak hanya sekedar hidup,
makan dan segala aktivitas orang-orang lainnya hidup. Inspirasi hadir karena
adanya sinergi akal dan hati dari mendegar, melihat, dan merasakan.
Fatimah...ya, namanya Fatimah...namun orang Sunda sering melafalkan dengan
menggunakan huruf P yang semulanya F. Sehingga dari Fatimah menjadi Patimah. Menuliskan goresan tinta tak
terarah akan Fatimah, tentu segenap energi dikumulasikan. Semula dari momen percakapan
akan berbagi cerita antara dua perempuan dari dua generasi. Semula perempuan
dari generasi pertama, jangan dituliskan!
kisah ini hanya ingin dibagikan dalam kasih yang tidak terlepas dari sayang,
sayang sepenuh hati agar kita bisa lebih bersyukur dalam memandang kehidupan
ini. Yang semula seorang perempuan dari generasi kedua mengatakan bahwa hidup ini keras, dan perempuan generasi
pertama menimpalinya dengan penuh kasih sayang akan berbagi kisah akan seorang
perempuan generasi sebelumnya yang bernama Fatimah.
Kisah Fatimah dirasakan selalu
getir sepanjang hidupnya, begitu kata perempuan generasi pertama. Sesaat
sebelumnya, perempuan generasi pertama merindukan bacaan yang mengisahkan
kisah-kisah intrik sosial.
Kisah akan Fatimah terus
terngiang pada benak pikiran perempuan generasi kedua, saat makan, saat
terdiam, bahkan saat mandi sekalipun. Tidak jarang, bagi para pencari inspirasi, terasakan inspirasi
hadir pada saat berada di kamar mandi. Karena saat itu, pikiran sedang kosong.
Hati akhirnya terpanggil untuk menggoreskan kisah Fatimah bagi perempuan generasi kedua
karena ceritanya terus terngiang. Dan...duduk di depan laptop, secangkir kopi
menemani setiap aktivitasnya, kacamata minusnya yang setia dan agar bisa tetep
melek, dan...jari-jari bergerak pada tuts keyboard teman setianya notebook.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar