Dalam suatu kesempatan untuk kembali
berbagi kepada mereka, mereka teman-teman atau adik-adik untuk sama-sama
belajar. Selesai membaca Al-Quran bersama (Tadarus
Al-Quran), aku berbagi akan tema yang disampaikan mengenai Suara Hati Anggukan Univesal, teori
dalam training ESQ Ary Ginanjar Agustian. Terdapat nilai kehidupan yang utama
dan terutama adalah kejujuran. Sampai adzan Isya berkumandang, waktunya telah
selesai kebersamaan itu.
Dalam kesempatan akan pulang,
seorang adik bertanya “Teteh bersahabat
dengan teh Dewi dan teh Winda?” tanya salah satu adik. Dewi dan Winda
adalah dua diantara sahabat-sahabat kecilku yang tetap terus terjalin ikatannya
hingga kini, sahabat kecil ketika masih duduk di bangku sekolah dasar karena
kami mengaji bersama hingga kini usia kami menginjak dewasa awal dan saat ini
kami berbagi kepada adik-adik kecil.
Kontan aku menjawab, “Ya..teteh sahabatan dari kecil.” Dengan
adanya pertanyaan tersebut, menjadi satu kesempatan untuk aku berbagi, “Kunci persahabatan itu ialah saling menjaga.
Seperti misalnya begini....ketika teteh bersama teh Winda, kita tidak
membicarakan kejelekan teh Dewi, tapi membicarakan kebaikannya. Atau ketika
teteh bersama teh Dewi, tidak membicarakan juga teh Winda. Yang utama dan
terutama dalam sebuah persahabatan adalah kejujuran...suatu hari teteh makan
satu piring bersama dengan teh Dewi, setelah makanan habis dalam piring, kita
mengakui bahwa kita masih menginginkannya, jadi kita tambah lagi makanan
bersama...intinya kejujuran..”sahutku pada mereka. Untuk masalah makan
dalam satu piring itu, aku hanya ingin berbagi akan kisah senang karena aku
merasa diantara kita tidak ada jaim (jaga
image). Terkenang kembali masa-masa kecil. Entah, mereka menyimak ataukah
tidak, hanya saja yang kulihat mereka memperhatikan dengan mata.
Dan kembali ada pertanyaan, “Teteh pernah musuhan...?” kontan aku
menjawab, “Pernah dong..” lantas aku
sendiri bingung musuhan yang mana ya. Kurasa, musuhan secara langsung itu
tidak, tetapi perbedaan paham atau saling tidak enak hati barangkali tentu saja
pernah. Kuncinya, ya...kembali memaklumi dan saling memahami.
Terasakan, kunci persahabatan sedari
kecil aku gunakan dengan teman kelas di kampus, Hanifah, Airin, Hamidah, dan
Dwi. Aku merasakan, bahwa diantara kami sedari awal semester merasakan belum
pernah bermusuhan, ketika ada perbedaan paham kita saling jujur. Kunci utama
yang aku rasakan, benar-benar....saling menjaga ketika ada maupun tidak ada.
Semoga....persahabatan yang terjalin
ini tetapi terjalin selamanya, dan Alloh senantiasa memberikan keberkahan
teruntuk kita...Amin Yaa Rabbi.... dan....miss u all...teruntuk para
sahabat-sahabatku.............
Rabu, 1 Mei 2014
22:09
dalam kesendirian,keheningan,
kerinduan... sesaat setelah berkutat dengan tulisan berstruktur (skripsi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar