Senin, 05 Mei 2014

Saling Menjaga dalam Ada maupun Tidak Ada



            Dalam suatu kesempatan untuk kembali berbagi kepada mereka, mereka teman-teman atau adik-adik untuk sama-sama belajar. Selesai membaca Al-Quran bersama (Tadarus Al-Quran), aku berbagi akan  tema yang disampaikan mengenai Suara Hati Anggukan Univesal, teori dalam training ESQ Ary Ginanjar Agustian. Terdapat nilai kehidupan yang utama dan terutama adalah kejujuran. Sampai adzan Isya berkumandang, waktunya telah selesai kebersamaan itu.
            Dalam kesempatan akan pulang, seorang adik bertanya “Teteh bersahabat dengan teh Dewi dan teh Winda?” tanya salah satu adik. Dewi dan Winda adalah dua diantara sahabat-sahabat kecilku yang tetap terus terjalin ikatannya hingga kini, sahabat kecil ketika masih duduk di bangku sekolah dasar karena kami mengaji bersama hingga kini usia kami menginjak dewasa awal dan saat ini kami berbagi kepada adik-adik kecil.
            Kontan aku menjawab, “Ya..teteh sahabatan dari kecil.” Dengan adanya pertanyaan tersebut, menjadi satu kesempatan untuk aku berbagi, “Kunci persahabatan itu ialah saling menjaga. Seperti misalnya begini....ketika teteh bersama teh Winda, kita tidak membicarakan kejelekan teh Dewi, tapi membicarakan kebaikannya. Atau ketika teteh bersama teh Dewi, tidak membicarakan juga teh Winda. Yang utama dan terutama dalam sebuah persahabatan adalah kejujuran...suatu hari teteh makan satu piring bersama dengan teh Dewi, setelah makanan habis dalam piring, kita mengakui bahwa kita masih menginginkannya, jadi kita tambah lagi makanan bersama...intinya kejujuran..”sahutku pada mereka. Untuk masalah makan dalam satu piring itu, aku hanya ingin berbagi akan kisah senang karena aku merasa diantara kita tidak ada jaim (jaga image). Terkenang kembali masa-masa kecil. Entah, mereka menyimak ataukah tidak, hanya saja yang kulihat mereka memperhatikan dengan mata.
            Dan kembali ada pertanyaan, “Teteh pernah musuhan...?” kontan aku menjawab, “Pernah dong..” lantas aku sendiri bingung musuhan yang mana ya. Kurasa, musuhan secara langsung itu tidak, tetapi perbedaan paham atau saling tidak enak hati barangkali tentu saja pernah. Kuncinya, ya...kembali memaklumi dan saling memahami.
            Terasakan, kunci persahabatan sedari kecil aku gunakan dengan teman kelas di kampus, Hanifah, Airin, Hamidah, dan Dwi. Aku merasakan, bahwa diantara kami sedari awal semester merasakan belum pernah bermusuhan, ketika ada perbedaan paham kita saling jujur. Kunci utama yang aku rasakan, benar-benar....saling menjaga ketika ada maupun tidak ada.
            Semoga....persahabatan yang terjalin ini tetapi terjalin selamanya, dan Alloh senantiasa memberikan keberkahan teruntuk kita...Amin Yaa Rabbi.... dan....miss u all...teruntuk para sahabat-sahabatku.............
Rabu, 1 Mei 2014
22:09
dalam kesendirian,keheningan, kerinduan... sesaat setelah berkutat dengan tulisan berstruktur (skripsi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar