Senin, 05 Mei 2014

Peluang Dalam Masalah



Suatu malam, sesaat sebelum memejamkan mata untuk tertidur, tangan tergerak untuk mengaktifkan ponsel pada media jejaring sosial. Pandangan mata tertuju pada status yang disampaikan oleh salah satu motivator saya (yang juga teman yang merokomendasikan tulisan saya diterbitkan di komunitas pelajar Cimahi) Agus Sudaryat seorang trainer yang memiliki jiwa dan semangat yang luar biasa. Status yang disampaikannya, peluang di dalam masalah atau masalah di dalam peluang. cara pandang ini yang akan mengubah kisah Sukses kita. lantas saya ikut mengomentari statusnya, peluang dalam masalah... seperti manisnya dan nikmatnya perjuangan, sehingga peluang patut dicoba karena dalam setiap peluang juga adanya peluang untuk berhasil atau masih tertunda...dan seterusnya...dan seterusnya....dan apa kata Kang Agus (begitu Agus Sudaryat disapa) bersabarlah, karena semua akan indah pada waktunya.
            Ada rasa untung atau lebih tepatnya syukur dalam diri, ketika memiliki karakter atau sikap yang penasaran-an. Namun, saya menganggap setiap hal yang menjadi penasaran bagi saya adalah peluang yang patut dicoba. Seperti saya teringat, suatu hari saya mendengar lomba menulis dengan tema Ibuku Idolaku dan itu terjadi saat masih duduk di bangku kelas 1 SMK (sederajat SMA). Lomba menulis waktu itu pertama kalinya ikut kontes menulis, dengan menulis di rental komputer (karena saat itu belum memiliki komputer), dan terasakan perjuangan dalam menulis kala itu namun tentu saja tidak terlepas dari hati yang utama dalam proses penulisan. Info yang didapat kala itu saat mendengar radio Manajemen Qalbu. Tentu ada rasa penasaran dan harus dicoba. Sehingga akhirnya menelepon sang panitia apakah pendaftaran lomba masih dibuka ataukah tidak, namun rupanya masih dibuka. Hingga akhirnya saya mengirimkan naskah Ibuku Idolaku. Mengenai hasilnya, tidak ada panggilan bahwa saya masuk juara. Karena yang saya dengar di radio MQ bahwa pemenang akan mengikuti acara Ibuku Idolaku yang bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.
            Bagi saya itu peluang, dan didalam peluang itu memang ada peluang untuk berhasil atau memang masih tertunda (kata manis untuk gagal, agar terus kembali mencoba). Sehingga peluang itu benar-benar ada, dan pilihannya apakah akan mencoba setiap peluang itu ataukah tidak. Namun, logikanya ketika diantara peluang sepuluh pintu yang tertutup, namun ada satu pintu yang terbuka. Setidaknya kita mencoba semuanya, sehingga yang satu pintu terbuka itu kita temukan. Ketika peluang masih tertunda, setidaknya itu adalah tabungan kita untuk peluang keberhasilan di kemudian hari.
Jum’at, 2 Mei 2014
15:51
dalam kelelahan dan terus bersemangat berkutat dengan tulisan berstruktur (skrimpsi)
Selamat Hari Pendidikan Nasional!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar