Suatu
malam, sesaat sebelum memejamkan mata untuk tertidur, tangan tergerak untuk
mengaktifkan ponsel pada media jejaring sosial. Pandangan mata tertuju pada
status yang disampaikan oleh salah satu motivator saya (yang juga teman yang merokomendasikan tulisan saya diterbitkan di
komunitas pelajar Cimahi) Agus Sudaryat seorang trainer yang memiliki jiwa
dan semangat yang luar biasa. Status yang disampaikannya, peluang di dalam masalah atau masalah di dalam peluang. cara pandang
ini yang akan mengubah kisah Sukses kita. lantas saya ikut mengomentari
statusnya, peluang dalam masalah... seperti
manisnya dan nikmatnya perjuangan, sehingga peluang patut dicoba karena dalam
setiap peluang juga adanya peluang untuk berhasil atau masih tertunda...dan
seterusnya...dan seterusnya....dan apa kata Kang Agus (begitu Agus Sudaryat
disapa) bersabarlah, karena semua akan
indah pada waktunya.
Ada
rasa untung atau lebih tepatnya syukur dalam diri, ketika memiliki
karakter atau sikap yang penasaran-an. Namun,
saya menganggap setiap hal yang menjadi penasaran bagi saya adalah peluang yang patut dicoba. Seperti saya
teringat, suatu hari saya mendengar lomba menulis dengan tema Ibuku Idolaku dan itu terjadi saat masih
duduk di bangku kelas 1 SMK (sederajat SMA). Lomba menulis waktu itu pertama
kalinya ikut kontes menulis, dengan menulis di rental komputer (karena saat itu
belum memiliki komputer), dan terasakan perjuangan dalam menulis kala itu namun
tentu saja tidak terlepas dari hati yang
utama dalam proses penulisan. Info yang didapat kala itu saat mendengar radio Manajemen Qalbu. Tentu ada rasa
penasaran dan harus dicoba. Sehingga akhirnya menelepon sang panitia apakah
pendaftaran lomba masih dibuka ataukah tidak, namun rupanya masih dibuka.
Hingga akhirnya saya mengirimkan naskah Ibuku
Idolaku. Mengenai hasilnya, tidak ada panggilan bahwa saya masuk juara.
Karena yang saya dengar di radio MQ bahwa pemenang akan mengikuti acara Ibuku
Idolaku yang bertepatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.
Bagi saya itu peluang, dan didalam
peluang itu memang ada peluang untuk berhasil atau memang masih tertunda (kata
manis untuk gagal, agar terus kembali mencoba). Sehingga peluang itu
benar-benar ada, dan pilihannya apakah akan mencoba setiap peluang itu ataukah
tidak. Namun, logikanya ketika diantara peluang sepuluh pintu yang tertutup,
namun ada satu pintu yang terbuka. Setidaknya kita mencoba semuanya, sehingga
yang satu pintu terbuka itu kita temukan. Ketika peluang masih tertunda,
setidaknya itu adalah tabungan kita untuk peluang keberhasilan di kemudian
hari.
Jum’at, 2 Mei 2014
15:51
dalam kelelahan dan terus bersemangat
berkutat dengan tulisan berstruktur (skrimpsi)
Selamat Hari Pendidikan Nasional!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar